RESILIENSI PEREMPUAN KORBAN KONFLIK AMBON

Arthur Ardiansa Hitiyahubessy, M. Sih Setija Utami, Edy Widiyatmadi

Abstract


Penelitian ini difokuskan pada resiliensi perempuan korban konflik Ambon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mempelajari dinamika psikologis resiliensi perempuan yang menjadi korban konflik Ambon. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan obsrevasai untuk mengumpulkan data dari empat subjek. Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive, yaitu para perempuan korban konflik yang sudah mampu bangkit tanpa memperlihatkan tanda-tanda trauma. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode theoritical coding. Teknik pemeriksaan data dalam penelitian ini berdasarkan pada empat kriteria, yaitu; kredibilitas, keteralihan, kebergantungan dan kepastian atau konfirmabilitas.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa para perempuan korban konflik Ambon, memiliki kemampuan penyesuaian multidimensi dalam menghadapi berbagai tekanan akibat konflik yang terjadi. Secara garis besar kemampuan penyesuaian multidmensi terdiri atas lima bentuk, yaitu; kemampuan penyesuaian sosial, kemampuan penyesuaian kognitif, kemampuan penyesuaian moral, kemampuan penyesuaian spiritual, dan kemampuan penyesuaian afektif. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa kemampuan penyesuaian yang dimiliki oleh para subjek tidak terlepas dari adanya faktor pendukung lain, yang berupa dukungan keluarga dan dukungan lingkungan sosial budaya

Save to Mendeley



Full Text:

PDF

References


Amirrachman, A. 2007. Revitalisasi Kearifan Lokal: Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku dan Poso, Jakarta: ICIP.

Algifari, A, 2007, Rekonstruksi Pluralisme Agama di Bumi Kalimantan Tengah, Kalimantan: Borneo Pustaka.

Ahmed, A.S, 2007, Post-traumatic stress disorder, resilience and vulnerability. Advances is Psychiatric Treatment. Bandung.

Bartels, D, 2000. Tuhanmu Bukan Lagi Tuhanku: Perang Saudara Muslim-Kristen di Maluku Tengah (Indonesia) Setelah Hidup Berdampingan dengan Toleransi dan Kesatuan Etnis Yang Berlangsung Selama Setengah Milenium. Jakarta.

Bonanno, G. A., Renicke, C., & Dekelv, S., 2005. Self enhancement among high exposure survivors of the September 11 terrorist Attack: resilience or social maladjusment. Journal Of Personality and Social Psychology. Vol 25, No. 6: 64-74

Bubandt, N & Molnar, A. 2004. Di Pinggir Konflik: Kekerasan, Politik, dan Kehidupan Seharihari di Indonesia Bagian Timur Indonesia, Jurnal Perempuan Vol 7, No. 2: 101-110

Bergeman, C. S., Ong, A. D., Bisconti, T. L., & Wallace, K. A. 2006. Undrestimate the human capacity to thrive after extremely aversive events? American Journal of Psychology, Vol 33. 11-18

Compton, W.C. 2005. Introduction to Positive Psychology. USA: Thomson Wadsworth.

Coser, L. 1965. The Functions of Social Conflict. New York: Free Press.

Dahrendorf, R. 1959. Class and Class Conflict in Industrial Society. California: Standford University Press.

Dharmawan, A. H. 2006, Konflik-Sosial dan Resolusi Konflik: Analisis Sosio-Budaya. Yogyakarta: Tesis Universitas Gajah Mada.

Everal, D. R., Altrows, J. K., & Paulson, L. B. 2006. Creating a future: a study of resilience in suicidal female adolescents, Jounal of Counseling & Development, Vol 13. 43-55


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


www.reliablecounter.com