PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MASALAH TERTULARNYA HIV/AIDS DAN HEPATITIS B DALAM PEMBERIAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI PESERTA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (P3D) DI BANDUNG

Wulan Mayasari, Sofwan Dahlan, Yovita Indrayati

Abstract


Kesehatan adalah hak asasi manusia. Sebagai amanah undang-undang, kesehatan masyarakat Indonesia merupakan sesuatu yang harus dijaga dan menjadi tanggung jawab negara. Pemeliharaan upaya kesehatan ada pada pelayanan kesehatan. Ujung tombak pelayanan kesehatan adalah dokter. Pelayanan kesehatan yang dilakukan dokter merupakan proses hilir, dimana proses hulunya adalah pendidikan dokter. Pendidikan dokter terdiri atas pendidikan sarjana dan pendidikan profesi. Pada tahap pendidikan profesi dokter, peserta Program Pendidikan Dokter (P3D) melakukan paktik di rumah sakit pendidikan di bawah pengawasan dokter spesialis. Risiko terpapar penyakit menular terjadi saat peserta Program Pendidikan Dokter (P3D) melakukan pelayanan kesehatan di rumah sakit pendidikan. Penyakit menular yang jumlahnya banyak di Indonesia dan berdampak buruk serta berkepanjangan bagi penderitanya adalah penyakit HIV/AIDS dan Hepatitis B. Perlindungan hukum terhadap masalah tertularnya HIV/AIDS dan Hepatitis B dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi peserta Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) menjadi sesuatu yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tiga hal, yaitu alasan mengapa diperlukannya perlindungan hukum, bagaimana pengaturan hak, dan bentuk-bentuk perlindungan hukum yang sesuai untuk menjamin hak-hak peserta Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) khususnya jaminan kesehatan.

Penelitian ini dilakukan di Bandung, Jawa Barat, terhadap dua fakultas kedokteran yang terdiri atas fakultas kedokteran negeri dan fakultas kedokteran swasta. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosiologis yang dilakukan selama 6 bulan (Bulan Maret 2010-Bulan Agustus 2010) dengan memperoleh data primer dari hasil observasi terhadap kegiatan peserta Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) dan wawancara dengan pihak terkait.

Hasil dari penelitian, tidak ditemukannya peraturan yang dapat menjamin perlindungan hukum atas jaminan kesehatan untuk peserta Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) terhadap risiko tertularnya HIV/AIDS dan Hepatitis B saat memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit pendidikan.

Save to Mendeley



Keywords


jaminan kesehatan, pelayanan kesehatan, perlindungan hukum

Full Text:

PDF

References


Adikoesoemo, Suparto, Manajemen Rumah Sakit. 1994, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Adisasmito, Wiku, 2007, Sistem Kesehatan, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Black, HC, 1979, Blacks Law Dictionary, ST.Paul, MN: West Publishing Co.

Chandrawila, Wila, 2001, Hukum Kedokteran, Bandung:Mandar Maju.

Depkes RI, 2006, Rencana Pembangunan Kesehatan Tahun 2005-2009, Jakarta: Depkes RI.

Gufron, Ali, 2007, Sistem Jaminan Kesehatan: Konsep Desentralisasi Terintegrasi, Jogjakarta: Magister Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan FK UGM.

Gunadi, J, 2005, Hospital Law (Emerging Doctrines & Jurisprudence), Jakarta: FKUI.

Hanafiah, Jusuf, 1999, Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan, Jakarta: EGC.

Indriyanti, Alexandra, 2008, Etika dan Hukum Kesehatan. Yogyakarta: Kelompok Penerbit Pinus.

Isfandyrarie, Anny, 2006, Tanggung Jawab Hukum dan Sanksi bagi Dokter Buku I. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Isfandyrarie, Anny, 2006, Tanggung Jawab Hukum dan Sanksi bagi Dokter Buku II. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Johan, Bahder, 2005, Hukum Kesehatan Pertanggungjawaban Dokter, Jakarta: Rineka Cipta.

KI Jayanti, Nusye, 2009, Penyelesaian Hukum dalam Malpraktik Kedokteran, Jakarta: Pustaka Yustisia.

Konsil Kedokteran Indonesia, 2006, Standar Pendidikan Profesi Dokter, Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia.

Konsil Kedokteran Indonesia, 2007, Penyelenggaraan Praktik Kedokteran Yang Baik Di Indonesia, Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia.

Konsil Kedokteran Indonesia, 2008, Standar Kompetensi Dokter, Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia.

Kusuma, Endang, 2009, Transaksi Terapeutik Dalam Upaya Pelayanan Medis Di Rumah Sakit, Bandung: Citra aditya bakti/

Salman, Otje, 2005, Teori hukum, Bandung: Refika Aditama/

Setya, Hadi, 2010, Himpunan Undang-Undang Kesehatan & Rumah Sakit, Jakarta: Harvarindo/

Soekanto, Soerjono, 1987, Pengantar Hukum Kesehatan, Bandung: Remadja Karya.

Soeroso, R, 1992, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: Sinar Grafika.

Sumamur, 2009, Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes), Jakarta: Sagung Seto.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1988, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakrta: Balai Pustaka.

Wiradharma, Danny, 2002, Penuntun Kuliah Hukum Kedokteran, Jakarta: Binarupa Aksara.

Undang Undang Dasar 1945

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia,

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 Tentang Rumah Sakit

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 1969 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja

Undang-Undang Republik Indonesia No.3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1993

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1993

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor PER-12/MEN/VI/2007

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 159B/MEN.KES/PER/II/1998

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 432/MENKES/SK/IV/2007

Adi, Sudigdo, 2009, Dokter Di Indonesia, Komentar Tentang Masalah Yang Tertinggal, tersedia di : http://www.facebook.com/note.php?note_id=56717512520 (diakses Tanggal 2 Nopember 2010 pukul 18:16 WIB)

Ditjen PPM & PL Depkes RI, 2010, Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia, tersedia di: http://spiritia.or.id/Stats/StatCurr.pdf (diakses tanggal 2 Nopember 2010 pukul10:05 WIB)

Maher, Hanifa, tanpa tahun, Sosialisasi Manajemen K3RS, tersedia di: http://xa.yimg.com/kq/groups/11126306/1537487267/name/BRIEF+LECTURE_+K3+RS_HANIFA.pdf (diakses Tanggal 2 Nopember 2010, pukul 15:10 WIB)

Pusat Komunikasi Publik, Sekjen Depkes, Jumlah Kumulatif Penderita AIDS di Indonesia 18.442 Kasus, tersedia di:www.depkes.go.id (diakses Tanggal 2 nopember 2010 pukul 9:51 WIB)

Pusat Komunikasi Publik, Sekjen Menkes RI, 2010, Hepatitis Masalah Kesehatan Dunia, tersedia di: http://www.depkes.go.id (diakses Tanggal 2 Nopember 2010 pukul 16:05)




DOI: https://doi.org/10.24167/shk.v3i2.784

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


site
analytics View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. e-ISSN 2548-818X