TRANSFORMASI PERUMAHAN KOLONIAL DI WILAYAH DOK IX ATAS, HOLANDIA-JAYAPURA
Abstract
Penataan Kota Holandia di masa pemerintahan Sekutu menyisakan rumah-rumah tua kolonial yang masih ada hingga saat ini khususnya pada perumahan di Dok IX Atas, Jayapura serta masih difungsikan sebagai rumah tinggal. Namun seiring berjalannya waktu terdapat transformasi dalam periode tertentu yang dilakukan pemilik bangunan dengan menambahkan ruang kegiatan dan menambahkan material bangunan. Dengan adanya penelitian ini, transformasi yang telah dilakukan pada rumah kolonial, penyebab transformasi serta potensi pelestarian dapat diketahui dan deskripsikan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian penggabungan kualitatif deskriptif dan metode historis periodisasi. Kualitatif dengan survey data primer, observasi lapangan, serta wawancara, sedangkan deskriptif periodikal dengan melihat perubahan pada massa bangunan menggunakan peta 2004 sebagai awal dengan fokus penelitian pada rentang waktu tahun 2014 sampai tahun 2024. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa yang tetap bertahan dari perubahan massa bangunan rumah adalah konfigurasi tata ruang sedangkan yang berubah adalah bentuk fisik bangunan, perubahan ini dipicu oleh faktor ekonomi, perkembangan zaman serta interaksi sosial.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Asmarani, I. K., Antariksa, A., & Ridjal, A. M. (2017). Tipologi Elemen Arsitektur Rumah Bangsal Di Desa Larangan Luar Pamekasan Madura. Tesa Arsitektur, 14(1), 10. https://doi.org/10.24167/tesa.v14i1.514
Groat, L., & Wang, D. (2013). Architectural Research Methods Second Edition. John Wiley & Sons, Inc.
Handinoto Handinoto. (2008). Daendels dan Perkembangan Arsitektur di Hindia Belanda Abad 19. DIMENSI (Jurnal Teknik Arsitektur), 36(1), 43–53. http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/ars/article/view/16973
Hejazi, M., Hejazi, B., & Hejazi, S. (2015). Evolution of Persian traditional architecture through the history. Journal of Architecture and Urbanism, 39(3), 188–207. https://doi.org/10.3846/20297955.2015.1088415
Hematang, Y. I. P., & Kurniawan, H. (2024). Transformation of Architectural Elements of Rumah Gaba-Gaba in Merauke Old Town, South of Papua: An Embodiment of Adaptation BT - Proceedings of the 3rd International Civil Engineering and Architecture Conference. In M. Casini (Ed.), Proceedings of the 3rd International Civil Engineering and Architecture Conference (pp. 805–816). Springer Nature Singapore.
Hematang, Y. I. P., & Sarina. (2017). Tipologi Bangunan Bersejarah Rumah Lepro Merauke. Mustek Anim Ha, 6(3), 262–274.
Hisyam, M. (2024). Analisis Perbandingan Kualitas Air Laut Teluk Youtefa dan Yos Sudarso, Jayapura, Papua. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 16(2), 253–263.
Maharani, S. A., Suartika, G. A. M., & Saputra, K. E. (2021). Transformasi Elemen Rancang Bangun Tradisional Dalam Tampilan Arsitektur Bangunan Kekinian. Ruang-Space: Jurnal Lingkungan Binaan, 8(1), 61–78.
Mita, M. S. W., & Prayitno, B. (2019). Konsep Linieritas Pantai Kupang Dok II Jayapura. Jurnal Arsitektur Dan Perencanaan (JUARA), 2(1), 62–80. https://doi.org/10.31101/juara.v2i1.960
Muhsin, A., Febrian, M. R., Rizq, L. N., Kuncoro, E., & Rasyifa, K. (2023). Identifikasi Gaya Arsitektur Indische Empire Style pada Bangunan Rumah Tinggal Wangsadikrama Kota Cimahi. Reka Karsa: Jurnal Arsitektur, XI(3), 1–14.
Najoan, S. J., & Mandey, J. (2011). Transformasi Sebagai Strategi Desain. Media Matrasain, 8(2), 117–130.
Natanael, R. E., Sasongko, I., & Soewarni, I. (2023). Transformasi Ruang Permukiman Di Kelurahan Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota) Februari, Februari, 1–8.
Rachman, A., Yochanan, E., Samanlangi, A. I., & Purnomo, H. (2024). Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif dan R&D (Issue Januar1). CV Saba Jaya Publisher.
Rahmi, D. H. (2024). The World Heritage Buffer Zone as Urban Saujana. UNESCO and UGM.
Rapoport, A. (1983). Development, Culture Change and Supportive Design. Habitat International, 7(5–6), 249–268. https://doi.org/10.1016/0197-3975(83)90076-0
Renwarin, H., & Pattiara, J. (1984). Sejarah Sosial Daerah Irian Jaya dari Hollandia ke Kotabaru. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. https://books.google.co.id/books/about/Sejarah_sosial_daerah_Irian_Jaya.html?id=hzssAAAAIAAJ&redir_esc=y
Roth, L. M., & Roth Clark, A. C. (2018). Understanding architecture: Its elements, history, and meaning. In Third Edition. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429495588
Safeyah, M., Elviana, E., Takarini, N., & Sutejo, A. (2018). Perubahan Pola Tatanan Ruang Tanean Lanjang di Kampung Batik Tanjung Bumi. Tesa Arsitektur, 16(30), 76.
Sugiyono. (2016). Memahami Penelitian Kualitatif. In Bandung: Alfabeta. Penerbit Alfabeta.
Sukandar, S. C. (2012). Tinggalan Kolonial di Pulau Doom. Papua, 4(1), 29–41. https://jurnalarkeologipapua.kemdikbud.go.id/index.php/jpap/article/view/74
Susilo, G. A. (2015). Transformasi Bentuk Arsitektur Jawa. Seminar Nasional Jurusan Arsitektur Universitas Merdeka Malang Spectra, 13–26.
Tolla, M. (2018). Ornament on Zending Architecture in Roon and Wasior Islands, Wondama Bay, West Papua. Kalpataru, 27(2), 117–129. https://doi.org/10.24832/kpt.v27i2.456
Vatan, M. (2017). Evolution of construction systems: Cultural effects on traditional structures and their reflection on modern building construction. In Cultural Influences on Architecture (Issue January 2017, pp. 35–57). IGI Global. https://doi.org/10.4018/978-1-5225-1744-3.ch002
Wihardyanto, D., & Usman, M. (2023). Pengaruh Arsitektur Tata Ruang Rumah Tinggal Kolonial Belanda Pada Tata Ruang Rumah Tinggal Komunitas Cina di Kawasan Kranggan Yogyakarta. Jurnal Arsitektur Pendapa, 6(1), 37–58. https://doi.org/10.37631/pendapa.v6i1.528
Yuwono, J. S. E. (1995). Rekontemplasi Periodisasi Prasejarah Di Indonesia. Berkala Arkeologi, 15(3), 144–149. https://doi.org/10.30883/jba.v15i3.687
DOI: https://doi.org/10.24167/tesa.v23i2.14333
ISSN 1410-6094 (Print) | ISSN 2460-6367 (Media Online) | View My Stats

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




