WAYFINDING DAN AKSESIBILITAS INKLUSIF DI SITUS RATU BOKO: INTEGRASI SIMULASI SPASIAL DAN DESAIN INTERPRETATIF (Inclusive Wayfinding and Accessibility at the Ratu Boko Site: Integration of Spatial Simulation and Interpretive Design)

Jessica Fitriani Putri, Vincentia Reni Vitasurya, Emmelia Tricia Herliana

Abstract


Pemahaman jalur pegunjung merupakan masalah menonjol ketika wisatawan mengunjungi Kawasan Situs Ratu Boko, Lokasi situs yang berada di atas bukit menghadirkan tantangan navigasi, terutama karena minimnya peta interpretative dan Keterbatasan akses bagi difabe. Tanda arah tanpa pengaturan jalur dapat mempengaruhi pemahaman dan pengalaman meruang dalam situs. Pendekatan yang digunakan meliputi SHAPE (Spatial Human Accessibility Planning and Evaluation), survei Wayfinding Questionnaire (WQ), dan analisis spasial dengan QGIS. Metode yang digunakan adalah Mixed Method dimana pengumpulan data kondisi nyata lapangan didapat melalui observasi lapangan, sementara preferensi pengguna diperoleh melalui survei. Batasan pembangunan dan pengembangan sesuai regulasi merupakan tantangan yang harus diselesaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen wayfinding seperti tanda-tanda, peta, dan penanda arah di dalam mempengaruhi navigasi pengunjung. Diperlukannya intervensi sistem informasi non-permanen dan adaptif untuk mendukung aksesibilitas dan konservasi. Rekomendasi diarahkan pada penguatan elemen visual, penambahan media informasi berbasis teknologi, dan pengembangan jalur akses umum dan difabel sesuai dengan regulasi pelestarian cagar budaya.


Keywords


wayfinding; QGIS; Ratu Boko; SHAPE; aksesibilitas; papan informasi.



DOI: https://doi.org/10.24167/tesa.v23i1.13673

ISSN 1410-6094 (Print) | ISSN 2460-6367 (Media Online) | View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.