Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Jasa dan Produk Gigi Tiruan Tukang Gigi Legal dan Ilegal di Kabupaten Tuban
Abstract
Tujuan penelitian ini antara lain untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban hukum tukang gigi legal dan illegal dalam hal terjadinya risiko buruk pada kesehatan pengguna jasa dan produk gigi tiruan dan perlindungan hukum terhadap konsumen akibat terjadinya praktik tukang gigi secara legal dan ilegal di Tuban Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Tuban. Bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian dijelaskan bahwa 1) Pertanggungjawaban tukang gigi berdasarkan aspek hukum positif di indonesia sesuai dengan keberadaan tukang gigi illegal di kabupaten Tuban dijelaskan tukang gigi illegal di Kabupaten Tuban melakukan penyalahan wewenang yang dilakukan tukang gigi illegal di Kabupaten Tuban: 2) Bentuk perlindungan hukum kepada pengguna jasa tukang gigi ilegal di Kabupaten Tuban dijelaskan bahwa Perlindungan hukum bagi pengguna jasa tukang gigi ilegal mencakup upaya represif (penyelesaian sengketa, tuntutan pidana/perdata/administratif) dan preventif (pembinaan, sosialisasi bahaya) melalui dasar hukum seperti UUPK, KUHP, dan peraturan kesehatan, di mana konsumen bisa menuntut ganti rugi berdasarkan wanprestasi atau perbuatan melawan hukum, serta sanksi bagi tukang gigi ilegal berupa denda, pencabutan izin, hingga pidana penjara, sejalan dengan UU Praktik Kedokteran dan Kesehatan.
Abstract: The objectives of this study are, among others, to analyze the forms of legal liability of licensed and unlicensed dental technicians in the event of adverse health risks suffered by users of dental services and denture products, as well as to examine the legal protection afforded to consumers arising from both lawful and unlawful dental technician practices in Tuban Regency. This research employs an empirical juridical research method. The study was conducted in Tuban Regency. The legal materials used consist of primary legal materials and secondary legal materials.
The findings of the study indicate that: (1) the legal liability of dental technicians based on the perspective of positive law in Indonesia, particularly concerning the existence of unlicensed dental technicians in Tuban Regency, demonstrates that unlicensed dental technicians have committed abuses of authority in the provision of dental services; and (2) the forms of legal protection for users of services provided by unlicensed dental technicians in Tuban Regency include both repressive measures (such as dispute resolution and criminal, civil, and administrative claims) and preventive measures (including guidance and public dissemination regarding potential health risks). Such legal protection is based on statutory frameworks including the Consumer Protection Law, the Criminal Code, and health-related regulations, under which consumers may seek compensation on the grounds of breach of contract or unlawful acts. Furthermore, sanctions imposed on unlicensed dental technicians may include fines, revocation of permits, and imprisonment, in accordance with the Medical Practice Law and Health Law.Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.24167/sjhk.v11i2.14735
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 SJHK: Soepra Jurnal Hukum Kesehatan



