Peranan Guru Dalam Memberikan Literasi Hoaks

Rika Saraswati, Rotumiar Pasaribu, Abraham Wahyu Nugroho,




Abstract

Berita bohong atau Hoaks menjalar keseluruh lapisan masyarakat Indonesia dan merambah di segala usia, gender, dan status sosial. Penyebaran berita bohong atau hoaks sangat mudah dilakukan melalui media sosial seiring dengan kemudahan teknologi dan akses kepemilikan pada perangkatnya, seperti handphone.  Data menunjukkan bahwa remaja menjadi pelaku menyebaran hoaks dengan berbagai jenis berita. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengedukasi  remaja mengenai hal ini melalui orang-orang terdekat, salah satunya adalah guru. Guru memiliki peran dalam mendidik dan mengevaluasi kemampuan perkembangan peserta didik secara akademik dan nonakademik. Oleh sebab itu, tulisan ini berfokus pada peranan guru dalam memberikan literasi tentang hoaks di sekolah. Sekolah yang menjadi lokasi penelitian adalah SMA Sint Luis, SMA Daniel Creative School, SMA Santo Yosep dan SMA Theresiana.   Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif ini menunjukkan hasil bahwa para guru telah berperan serta dalam memberikan literasi hoaks kepada para siswa. Akan tetapi, masih terdapat kekurangan mengenai durasi, kebaruan informasi dan metode menyampaian. Literasi hoaks yang dilakukan juga tidak diselenggarakan secara berkelanjutan. Oleh karena itu perlu upaya untuk membuat suatu program dalam rangka menjamin para siswa mendapatkan literasi hoaks melalui cara atau metode yang lebih baik sangat diperlukan. 


Save to Mendeley



Keywords

guru; peran; literasi; hoaks; sekolah menengah atas

Full Text:

PDF

References

Abrar, A.N. (2017). Perlunya Membaca Ekspresi Penulis Hoax,

http://dikom.fisipol.ugm.ac.id/2017/07/29/perlunya-membaca-ekspresi-penulis-hoax/

diakses pada 28 Juli 2018

Astuti, S.I. (2017). Konstruksi Body of Knowledge Tentang Hoax Di Indonesia: Upaya Merumuskan Landasan Strategi Anti-Hoax”, Kolase Komunikasi di Indonesia, 283

http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/13387/17/BOOK_Santi%20Indra%2

A_Konstruksi%20Body%20of%20Knowledge.pdf.

Cheung, C and Wen, X. (2016). Promoting Media Literacy Education in China: A Case Study of a

Primary School. International Journal of Adolescence and Youth, 21(2), 1-3;

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods

Approaches, 4 Edition. London: Sage.

Detiknet, Generasi Muda dan Ancaman Hoax yang Menggurita, 18/4/201

Domine, V. (2011). Building 21st Century Teachers: An Intentional Pedagogy of Media Literacy Education”. Action in Teacher Education, 33(2), 194-205.

Fedorov, A. (2014). Russian and Western Media Education Models. European Researcher,

(4-2), 764-780.

Gunawan, A. (2016). Indonesia second least literate of 61 nations. The Jakarta Post. Retrieved

from http://www.thejakartapost.com/news/2016/03/12/indonesia-secondleast-literate-

-nations.html.

Harun. (2016). Perlindungan Hukum Profesi Guru dalam Perspektif Hukum Positif. Jurnal Law and Justice 1(1), 74-84.

Hobbs, R. (1996). Teaching Media Literacy: Yo! Are You Hip to This? In Dennis, E & Pease, E.,

Children and the Media (New Brunswick: Transaction Press, pp. 103-111).

Hobbs, R., & Frost, R. (1998). Instructional Practices in Media Literacy Education and Their

Impact on Students’ Learning. New Jersey Journal of Communication, 5(2), 1123-1148.

Holt, M.K., Raczynski, K.,& Frey, K.S. (2013). Shelley Hymel, School and Community- Based Approaches for Preventing Bullying. Journal of School Violence, 12, 238–252.

Juliswara, V. (2017). Mengembangkan Model Literasi Media yang Berkebhinekaan dalam Menganalisis Informasi Palsu (Hoax) di Media Sosia. Jurnal Pemikiran Sosiologi 4(2), 155.

Kompas.com, Remaja Rentan Jadi Penyebar Berita Hoax, 22/09/2017

Kusuma, C. S, D. (2017). Counteract Hoax Through Reading Interest Motivation, dalam

International Conference on Ethics of Business, Economics, and Social Science (ICEBESS)

Proceeding,Faculty of Economics, Yogyakarta State University.

Lin, T.B., Mokhtar, I.A., & Wang, I.Y. (2015). The Construct of Media And Information Literacy In Singapore Education System: Global Trends and Local Policies. Asia Pacific Journal of Education, 35(4), 423-437.

OECD/Asian Development Bank, 2015, Education in Indonesia: Rising to the Challenge. Paris:

OECD Publishing.

Pasaribu, R., Saraswati.R., & Nugroho, A.W. (2019). Pemahaman Siswa Sekolah Menengah Atas

mengenai Hoax dan Peran Guru dalam Memberikan Literasi Media (Studi Kasus Empat

Sekolah Menengah Atas di Kota Semarang) (Laporan Penelitian, tidak dipublikasikan)

Soelistyarini, T.D., R.W., & Hapsari, N.F. (2018). No More Hoax (Model of Media Literacy Education for Maintaining ‘Unity In Diversity’ In Indonesia). Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 257, Atlantic Press.

Suastra, I.W. (2018). Peran Guru Dalam Pengembangan Karakter Siswa Untuk Menjaga Keutuhan dan Kemajuan Bangsa Indonesia. Maha Widya Buwana, 1(1).

Suhardono, E. (1994). Teori Peran (Konsep, Derivvasi, dan Implikasinya). (Jakarta: PT. Gramedia

Pustaka Utama, 4).

Wallis, R., & Buckingham, D. (2019). Media literacy: the UK’s undead cultural policy.

International Journal of Cultural Policy, 25(2), 1-15;

https://kominfo.go.id/content/detail/12008/ada-800000-situs-penyebar-hoax-di-

indonesia/0/sorotan_media, diakses pada 19 Agustus 2018.

https://www.hipwee.com/feature/berdasarkan-survei-65-warga-indonesia-gampang-percaya-

hoax-itu-termasuk-yang-tertinggi-di-dunia/, diakses pada 19 Agustus 2018.


DOI: https://doi.org/10.24167/jkm.v1i2.3182

Article Metrics

Abstract viewed : 122 times
PDF files downloaded : 20 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




e-ISSN : 2746-8364 | View My Stats