Strategi Diversifikasi Pangan Berkelanjutan Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Lokal Di Kabupaten Rembang

Mei Lina Ambarwati, M. Amri Amiruddin, Adi Yoggi Vera Yuda, Elsa Ika Rahmani

Abstract


Abstrak

Indonesia masih menghadapi ketergantungan yang tinggi pada beras sebagai makanan pokok, sebagian dipenuhi melalui impor, sementara Kabupaten Rembang memiliki potensi besar untuk mengembangkan makanan alternatif berbasis sumber daya lokal. Pada tahun 2023, produksi pisang di Kabupaten Rembang mencapai sekitar 70.697 ton, sementara limbah kulit pisang diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen dari total berat yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, berdasarkan data tahun 2023, produksi singkong di Kabupaten Rembang mencapai rata-rata 243 kuintal per hektar, menunjukkan potensi umbi ini sebagai bahan pangan utama. Masalah yang muncul adalah kurangnya pemanfaatan terintegrasi antara limbah kulit pisang dan singkong sebagai sumber pangan bergizi untuk menggantikan beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi beras analog berbasis tepung singkong dan kulit pisang sebagai alternatif pangan pokok yang berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan mengumpulkan berbagai studi literatur untuk memperoleh data mengenai komposisi nutrisi, karakteristik fisiko-kimia, dan teknologi pengolahan bahan baku serta analisis perbandingan penelitian sebelumnya. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya menggunakan daging pisang dan belum memanfaatkan limbah kulit pisang yang kaya serat dan antioksidan. Kombinasi kulit pisang dengan singkong berpotensi menghasilkan beras analog dengan kandungan karbohidrat tinggi, serat yang cukup, dan nilai ekonomi yang lebih baik.


Keywords


Beras analog, Kulit pisang, Singkong, Diversifikasi pangan, Sumber daya lokal.



DOI: https://doi.org/10.24167/praxis.v8i2.14376

View My Stats | ISSN 2622-9137 (media online)