Psikoedukasi Kesehatan Mental Ibu Dalam Pengasuhan Untuk Menurunkan Stunting
Abstract
Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi sebesar 21,6% pada tahun 2022. Upaya pencegahan stunting umumnya berfokus pada aspek gizi dan kesehatan fisik anak, sementara faktor psikologis ibu belum banyak mendapat perhatian dalam program berbasis komunitas. Padahal, kondisi kesehatan mental ibu—seperti stres dan depresi—berperan penting dalam pola pengasuhan dan kualitas stimulasi anak, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi risiko stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan pendekatan yang berbeda dengan mengintegrasikan psikoedukasi kesehatan mental ibu ke dalam upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada ibu-ibu, kader Kampung Keluarga Berkualitas (KB), dan tokoh masyarakat di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta mengenai stunting. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah psikoedukasi, yang diduga dipengaruhi oleh tingginya tingkat pengetahuan awal peserta. Namun demikian, temuan deskriptif menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada sebagian peserta, khususnya terkait peran kesehatan mental ibu dalam pencegahan stunting. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi isu kesehatan mental ibu dalam program edukasi stunting memiliki nilai kebaruan dan berpotensi memperkuat strategi pencegahan stunting berbasis komunitas, terutama melalui penguatan kapasitas ibu dan kader.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.24167/patria.v8i1.15029
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
View My Stats | ISSN 2656-5455 (media online)



