“PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN TOTAL PROTEIN MENGGUNAKAN SAMPEL SERUM DAN PLASMA EDTA”

Faiza Munabari, Arief Syahputra

Abstract


Kadar total protein didalam darah dapat diketahui dengan pemeriksaan dilaboratorium klinik. Pemeriksaan total protein dapat menggunakan darah vena yang dibuat plasma atau serum. Bahan sampel yang dapat digunakan untuk pemeriksaan total protein yaitu serum, plasma, cairan serebrospinal dan urine. Pemeriksaan menggunakan sampel plasma dapat menyebabkan kadar total protein menjadi lebih tinggi 3 – 5 % karena pengaruh fibrinogen dalam plasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar total protein dengan menggunakan sampel serum dan plasma.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Biuret. Dalam pemeriksaan total protein ini yang sering digunakan adalah metode Biuret karena lebih mudah dikerjakan dan hasilnya bersesuaian dengan metode Kjeldahl. Jenis penelitian ini observasi analitik dengan menggunakan 30 sampel.

Dari hasil penelitian didapatkan rata - rata kadar total protein dengan sampel serum 77,36 g/dl. Sedangkan rata - rata kadar total protein dengan sampel plasma EDTA adalah 81,30 g/dl. Dari hasil analisis uji beda pada kedua variabel (Serum dan Plasma EDTA) didapatkan P-value ( P-value < 0,05 ) yang artinya Ho ditolak dam ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan.

Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar total protein dengan sampel serum dan plasma EDTA dimana kadar dalam plasma lebih tinggi dari pada serum. Bagi tenaga analis hendaknya dalam pemeriksaan total protein sebaiknya menggunakan serum sebagai sampelnya.


Keywords


total protein; serum; plasma EDTA



DOI: https://doi.org/10.24167/jpb.v3i2.5108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pranata Biomedika | e-ISSN : 2828-1233