ASOSIASI DEVIASI SEPTUM NASI DENGAN SINUSITIS KRONIS DI RSD K.R.M.T. WONGSONEGORO
Abstract
Latar Belakang: Sinusitis kronis merupakan peradangan mukosa sinus yang berlangsung lebih dari 12 minggu dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor obstruktif. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah deviasi septum nasi (DSN), yaitu penyimpangan septum hidung yang dapat menghambat aliran udara serta mengganggu drainase mukosilier. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara deviasi septum nasi dengan kejadian sinusitis kronis pada usia produktif di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang tahun 2023-2024.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik consecutive sampling terhadap pasien THT berusia 15-64 tahun yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan data rekam medis periode Januari 2023-Desember 2024. Penilaian deviasi septum nasi dan sinusitis kronis dilakukan melalui pemeriksaan klinis dan/atau radiologi. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR).
Hasil: Dari 115 subjek penelitian, keluhan hidung lebih sering ditemukan pada perempuan dan kelompok usia 15-24 tahun. Sebanyak 77% subjek dengan sinusitis kronis tidak memiliki deviasi septum nasi, sedangkan 9,3% memiliki DSN. Pada kelompok tanpa sinusitis kronis, proporsi subjek dengan DSN mencapai 90,7%, sedangkan 23% tidak memiliki DSN. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara deviasi septum nasi dan sinusitis kronis (p = 0,048) dengan risiko hampir tiga kali lebih besar pada subjek dengan DSN (OR = 2,919). Hubungan paling kuat ditemukan pada sinus maksilaris dengan signifikansi tinggi (p = 0,001) dan peningkatan risiko sebesar OR = 4,258.
Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa deviasi septum nasi berhubungan dengan peningkatan kejadian sinusitis kronis, terutama pada sinus maksilaris.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.24167/jpb.v4i2.15230
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Pranata Biomedika | e-ISSN : 2828-1233




