Konservasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal pada Pola Tata Ruang Huma Hai Djaga Bahen

Fristy Sulistiani,


Abstract

Huma Hai (Rumah Besar) Djaga Bahen merupakan rumah bersejarah yang termasuk bangunan cagar budaya di Kalimantan Tengah di bangun oleh Djaga Bahen pada tahun 1933 di Desa Bahu Palawa. Rumah ini saksi sejarah terbentuknya cikal bakal otonom provinsi Kalimantan Tengan dalam Kongres SKDI (Serikat Kaharingan Dayak Indonesia) III di Desa Bahu Palawa pada tahun 1953 yang diketuai oleh Adjie Bahen (Anak dari Djaga Bahen).
Pada perkembangannya rumah ini mengalami empat kali perubahan pola tata ruang dalam oleh berbagai faktor. Akan tetapi ada nilai kelokalan yang dipegang oleh penghuni, sehingga dalam perubahan pola tata ruang dalamnya masih ada tatanan ruang yang bertahan sampai dengan saat ini. Hal tersebut merupakan upaya/ teknik konservasi yang dilakukan oleh penghuni terhadap nilai-nilai kearifan lokal pada pola tata ruang Huma Hai Djaga Bahen, sebagai wujud pelestarian bagi keberlanjutan generasi selanjutnya.

Save to Mendeley



Keywords

Konservasi, Kearifan Lokal, Pola Tata Ruang, Huma Hai Djaga Bahen.

DOI: https://doi.org/10.24167/tes.v16i1.517

Article Metrics

Abstract viewed : 25 times


ISSN cetak 1410-6094 | ISSN online 2460-6367 | TERAKREDITASI : 2/E/KPT/2015 View My Stats