EKSISTENSI RUMAH ARSITEKTUR CINA DI JALAN GANG BARU PECINAN (Existence of Chinese Architectures House in the Gang Baru Street Chinatown)

Christian Grahadi, Paulus Hariyono

Abstract


The Chinese architecture in the Chinatown of Semarang need special attention because of the peculiarities inherent to the building. Gang Baru had chosen as the object of research based on the consideration that this area is the famous Chinese settlement as well as a Chinese traditional market. Along with the development of the area and globalization, indigenous or traditional settlements have started to be abandoned slowly by society. It also happens in settlements in the Gang Baru street.
This study aims to show the original as well as the change of the architecture in Gang Baru in terms of spatial patterns and materials that are used. The method used is observation, interview, and literature study as material analysis.
The result showed that the spatial pattern of three objects of Chinese houses have the same typology, in which each building extends to the rear and the ground floor in a two storye building is used for activities such as for trade and work space. While on the second floor is used for living. The house which used mostly for working space has experienced changing especially in the layout and function.

Keywords: chinese architecture, spatial pattern


ABSTRAK

Arsitektur rumah tinggal Cina di daerah Pecinan, Semarang, merupakan salah satu arsitektur yang perlu perhatian khusus karena terdapat kekhasan yang melekat pada bangunan dan merupakan salah satu kawasan yang sangat dikenal di Pecinan sebagai pasar tradisional.
Seiring dengan berkembangnya zaman dan globalisasi, permukiman asli atau tradisional mulai perlahan-lahan ditinggalkan oleh masyarakat. Hal ini juga terjadi pada permukiman di jalan Gang Baru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan arsitektur bangunan di Gang Baru dari segi pola tata ruang dan material yang digunakan. Metode yang digunakan yaitu pengamatan, wawancara, dan melakukan studi literatur sebagai bahan analisis.
Dari pengamatan yang telah dilakukan, ditemukan bahwa pola tata ruang tiga objek rumah tinggal memiliki tipologi yang sama, yaitu memanjang ke belakang dan merupakan bangunan dua lantai. Lantai satu digunakan untuk kegiatan di luar rumah tangga seperti berdagang dan ruang kerja. Sedangkan pada lantai dua digunakan untuk rumah tinggal. Rumah yang digunakan untuk ruang kerja kantor banyak mengalami perubahan tata ruang dan fungsi

Keywords


arsitektur Cina, pola tata ruang

Full Text:

PDF

References


Hariyono, Paulus. 2006. Stereotip dan Persoalan Etnis Cina di Jawa. Semarang: Mutiara Wacana.

Hasan, Raziq. Arsitektur Cina. www. Google.com, diakses tanggal 18 September 2014.

Pratiwo, 1996. The Transformation of Traditional Chinese Architecture, Leuven: Katholieke Universiteit Leuven.

SemarangKota, 2012. Pasar Tradisional Gang Baru. www. Google.com, diakses pada tanggal 4 Oktober 2014.

Tio, Jongkie. 2004. Kota Semarang dalam Kenangan. Semarang: JT Press.

Wikipedia, 2014. Definisi dan Perkembangan Arsitektur. www. Wikipedia.com diakses pada tanggal 12 September 2014




DOI: https://doi.org/10.24167/tesa.v12i2.390

ISSN 1410-6094 (Print) | ISSN 2460-6367 (Media Online) | View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.