KENYAMANAN TERMAL RUMAH TINGGAL VERNAKULAR DILERENG GUNUNG ( STUDI KASUS DUSUN KABELUKAN, DESA CANDIYASAN, KECAMATAN KERTEK, KABUPATEN WONOSOBO , JAWA TENGAH )

Supriyono Supriyono,


Abstract

ABSTRAK

Indonesia mempunyai iklim tropis lembab dengan topografis berbeda, sehingga terjadi perbedaan suhu yang sangat menyolok. Wonosobo adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak pada daerah pegunungan dengan suhu antara 14,3 – 26,5 derajat C. Kertek merupakan salah satu kecamatan di wilayah kabupaten Wonosobo yang terletak pada ketinggian 700 m - 1.150 m di atas permukaan laut, dengan suhu pada siang hari berkisar antara 26 – 29 derajat C dan pada malam hari 20° – 22 ° C. Kabelukan adalah dusun di wilayah kecamatan Kertek, yang terletak dilereng gunung dengan keadaan topografi berbukit. Lingkungan permukimannya merupakan hasil produk arsitektur vernakular dengan pemakaian penghawaan alami.
Kenyamanan termal adalah kondisi, dimana manusia merasakan kenyamanan secara termal pada lingkungannya, yang dicapai dengan keadaan suhu, kelembaban, pergerakan angin, pakaian dan aktifitasnya. Faktor ini akan diteliti dengan metoda rasionalis kualitatif yang didukung data bersifat kuantitatif. Data primer diambil dari pengukuran suhu, kelembaban dan angin, pembuatan denah dan wawancara dengan warga yang didukung oleh data sekunder.
Hasilnya adalah, mencari sistem ventilasi yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga kelembabannya masih tinggi, rata rata diatas ambang kenyamanan. Hal ini disebabkan karena warga sudah beradaptasi dengan lingkungannya dan merasa nyaman dengan kondisi lingkungan tersebut. Maka perlu diarahkan dan disarankan , apabila membangun atau memperbaiki rumah memperhatikan model perletakan ventilasi, agar dapat dicapai tingkat kenyamanan termal yang maksimal.

Kata kunci : kenyamanan termal, vernakular, ventilasi



ABSTRAK

Indonesia mempunyai iklim tropis lembab dengan topografis berbeda, sehingga terjadi perbedaan suhu yang sangat menyolok. Wonosobo adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak pada daerah pegunungan dengan suhu antara 14,3 – 26,5 derajat C. Kertek merupakan salah satu kecamatan di wilayah kabupaten Wonosobo yang terletak pada ketinggian 700 m - 1.150 m di atas permukaan laut, dengan suhu pada siang hari berkisar antara 26 – 29 derajat C dan pada malam hari 20° – 22 ° C. Kabelukan adalah dusun di wilayah kecamatan Kertek, yang terletak dilereng gunung dengan keadaan topografi berbukit. Lingkungan permukimannya merupakan hasil produk arsitektur vernakular dengan pemakaian penghawaan alami.
Kenyamanan termal adalah kondisi, dimana manusia merasakan kenyamanan secara termal pada lingkungannya, yang dicapai dengan keadaan suhu, kelembaban, pergerakan angin, pakaian dan aktifitasnya. Faktor ini akan diteliti dengan metoda rasionalis kualitatif yang didukung data bersifat kuantitatif. Data primer diambil dari pengukuran suhu, kelembaban dan angin, pembuatan denah dan wawancara dengan warga yang didukung oleh data sekunder.
Hasilnya adalah, mencari sistem ventilasi yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga kelembabannya masih tinggi, rata rata diatas ambang kenyamanan. Hal ini disebabkan karena warga sudah beradaptasi dengan lingkungannya dan merasa nyaman dengan kondisi lingkungan tersebut. Maka perlu diarahkan dan disarankan , apabila membangun atau memperbaiki rumah memperhatikan model perletakan ventilasi, agar dapat dicapai tingkat kenyamanan termal yang maksimal.

Kata kunci : kenyamanan termal, vernakular, ventilasi



Indonesia mempunyai iklim tropis lembab dengan topografis berbeda, sehingga terjadi perbedaan suhu yang sangat menyolok. Wonosobo adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak pada daerah pegunungan dengan suhu antara 14,3 – 26,5 derajat C. Kertek merupakan salah satu kecamatan di wilayah kabupaten Wonosobo yang terletak pada ketinggian 700 m - 1.150 m di atas permukaan laut, dengan suhu pada siang hari berkisar antara 26 – 29 derajat C dan pada malam hari 20° – 22 ° C. Kabelukan adalah dusun di wilayah kecamatan Kertek, yang terletak dilereng gunung dengan keadaan topografi berbukit. Lingkungan permukimannya merupakan hasil produk arsitektur vernakular dengan pemakaian penghawaan alami.
Kenyamanan termal adalah kondisi, dimana manusia merasakan kenyamanan secara termal pada lingkungannya, yang dicapai dengan keadaan suhu, kelembaban, pergerakan angin, pakaian dan aktifitasnya. Faktor ini akan diteliti dengan metoda rasionalis kualitatif yang didukung data bersifat kuantitatif. Data primer diambil dari pengukuran suhu, kelembaban dan angin, pembuatan denah dan wawancara dengan warga yang didukung oleh data sekunder.
Hasilnya adalah, mencari sistem ventilasi yang sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga kelembabannya masih tinggi, rata rata diatas ambang kenyamanan. Hal ini disebabkan karena warga sudah beradaptasi dengan lingkungannya dan merasa nyaman dengan kondisi lingkungan tersebut. Maka perlu diarahkan dan disarankan , apabila membangun atau memperbaiki rumah memperhatikan model perletakan ventilasi, agar dapat dicapai tingkat kenyamanan termal yang maksimal.

Kata kunci : kenyamanan termal, vernakular, ventilasi

Save to Mendeley



Keywords

Kata kunci : kenyamanan termal, vernakular, ventilasi

DOI: https://doi.org/10.24167/tes.v16i1.1673

Article Metrics

Abstract viewed : 99 times


ISSN cetak 1410-6094 | ISSN online 2460-6367 | TERAKREDITASI : 2/E/KPT/2015 View My Stats