DOMAIN RUANG PEREMPUAN PADA HUNIAN MASYARAKAT PELADANG DESA JURUAN LAOK MADURA TIMUR

Redi Sigit Febrianto, Lisa Dwi Wulandari, Herry Santosa

Abstract


Primodial domain ruang perempuan pada masyarakat peladang di Madura timur tak jauh berbeda dengan masyarakat agraris nusantara lain, yaitu tak lepas dari formasi gender. Domain ruang laki mengandung nilai primer, maskulin bersifat terbuka, sedangkan domain ruang perempuan mengandung nilai sekunder, feminin dan bersifat tertutup. Dengan strategi etnografi dan rancangan kualitatif, penelitian ini berusaha mendeskripsikan bagaimana domain ruang perempuan (lingkup mikro) pada hunian masyarakat peladang etnis Madura desa Juruan Laok, Madura timur. Pengumpulan data primer utama berupa wawancara mendalam dengan tak-tik pertanyaan terbuka dan sampling bertujuan. Validasi internal menggunakan observasi, pengukuran dan dokumentasi arsitektural, mengingat sifat subsistensinya dan kepala desa bukan narasumber utama. Diambil empat kasus hunian terpilih berdasarkan civitas, aktivitas, pola hunian, pola lanskap pertanian dan eksistensi obyek penyimpanan panen (jhuurung). Analisis bersifat induktif terhadap kerangka tema-tema, diawali analisis tematik kemudian dikomparasi dengan konsep human space dan space syntax dan dilanjutkan komparasi studi terkait dengan analisis lanjutan teknik flip-flop. Hasil penelitian yang diperoleh setidaknya dua hal yaitu: deskripsi domain ruang perempuan terbentuk berdasarkan hirarki privasi ruang dan organisasi pola ruang; juga ditemukannya obyek tempat penyimpanan panen sebagai kategorisasi penelitian etnografi dalam hunian yang bersifat intim, selalu ada dan menjadi domain ruang perempuan, disebut: jhuurung.

Save to Mendeley



Keywords


formasi gender, hirarki privasi, organisasi pola, ruang intim, jhuurung

Full Text:

download PDF

References


Amin, J. J. A., Rifai, M. A., Purnomohadi, N., & Faisal, B. (2016). Mengenal Arsitektur Lanskap Nusantara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ardianti, I., Antariksa, & Wulandari, L. D. (2014). Teritorialitas Ruang Sosial Budaya Pada Permukiman Etnis Madura-Hindu Dusun Bongso Wetan Gresik. (Proseding). SEMINAR NASIONAL ARSITEKTUR PERTAHANAN (ARSHAN) 2014.

Ari, I. R. D., & Antariksa. (2005). Studi Karakteristik Permukiman di Kecamatan Labang, Madura. Jurnal Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI), Vol.4(No.2 (April 2005)), PP.78-93.

Asikin, D., Antariksa, & Wulandari, L. D. (2016, 8- 10 Novemeber 2016). The Madurese Cultural Values in Kotalama Settlements - Malang. Paper presented at the Sriwijaya International Conference on Engineering, Science & Technology (SICEST) 2016, Bangka Island- Indonesia.

Boyatzis, R. (1998). Transforming Qualitative Information: Thematic analysis and code devolepment. Thousand Oaks: Sage Publication.

Citrayati, N., Antariksa, & Titisari, E. Y. (2008). Permukiman Masyarakat Petani Garam Di Desa Pinggir Papas, Kabupaten Sumenep. arsitektur e-Journal, Volume 1 Nomor 1, Maret 2008.

De Jonge, H. (1989). Madura dalam Empat Zaman: Pedagang, Perkembangan Ekonomi dan Islam Suatu Studi Antropologi Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia.

Fathony, B., Mulyadi, L., & Sukowiyono, G. (2012). Konsep Spasial Permukiman Suku Madura Di Gunung Buring Malang Studi Kasus Desa Ngingit. Paper presented at the TEMU ILMIAH IPLBI 2012.

Fauzia, L., Ari, I. R. D., & Hariyani, S. (2009). Karakteristik Permukiman Taneyan Lanjhang Di Kecamatan Labang, Madura (Studi Kasus Desa Jukong dan Desa Labang). arsitektur e-Journal, Volume 2(Nomor 1, Maret 2009), 51-65.

Febrianto, R. S., Wulandari, L. D., & Santosa, H.(2016). Ekspresi Lanskap-Agrikultur dan Pola Permukiman Masyarakat Peladang di Madura Timur. Jurnal Ruas, Vol. 14 No 1, Juni 2016, pp. 11-23.

Gobang, A. A. K. S. (2017). Fenomena Setting Spasial Permukiman Suku Bajo Di Pesisir Wuring Kota Maumere. (Tesis), Universitas Brawijaya, Malang.

Hefni, M. (2008). Local Knowledge Masyarakat Madura: Sebuah Strategi Pemanfaatan Ekologi Tegal Di Madura. Jurnal Karsa, Vol. XIV No. 2 Oktober 2008, Hal.131-141.

Kuntowijoyo. (2002). Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris Madura 1850-1940. Yogyakarta: Mata Bangsa.

Kusdiwanggo, S. (2012). Peran dan Pengaruh Kultur Padi pada Pola Ruang-Tempat Hunian Masyarakat Ciptagelar. Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Riset Arsitektur dan Perencanaan: Sistem Spasial pada Seting Lingkungan Kehidupan.

Ma'arif, S. (2015). The History of Madura. Yogyakarta: Araska.

Maningtyas, R. T. (2013). Kajian Desain Lanskap Permukiman Tradisional Madura. (Thesis), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nawiyanto. (2011). Konsepsi Sosio Kultural Etnis Jawa dan Madura di Eks-Karesidenan Besuki tentang Pangan. Jurnal Humaniora, Vol 23, No 2, Hal.125-139.

Poerwandari, K. (2007). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Robinson, J. W. (2001). Institutional Space, Domestic Space And Power Relation: Revisting Territoriality With SpaceSyntax. Paper presented at the 3rdInternational Space Syntax Symposium, Atlanta.

Rochana, T. (2012). Orang Madura: Suatu Tinjauan Antropologis. Humanus, Vol. XI No.1 Th. , Hal.46-51.

Sasongko, W. (2005). Pengaruh Sistem Kekerabatan Terhadap Perubahan Tatanan Rumah Madura Perantauan Di Buring - Malang Retrieved from Universitas Brawijaya Malang:

Susanto, E. (2008). Ruh Islam Dalam “Wadag” Lokal Madura: Kasus “Tanean Lanjeng”. Jurnal Karsa, Vol. XIV No. 2 Oktober 2008, Hal. 142-147.

Syamsuddin, M. (2007). Agama, Migrasi Dan Orang Madura. Aplikasia, Jurnal Aplikasi Ilmu Agama, Vol. VIII, No.2 Desember 2007, Hal. 150-182.

Tjahjono, R., Sudikno, A., & Wulandari, L. D. (2011). Lokalitas Ruang Hunian Masyarakat Madura Di Pedalaman Malang. Paper presented at the Seminar Nasional Ruang & Tempat Dalam Latar Indonesia, Yogyakarta.

Tulistyantoro, L. (2005). Makna Ruang Pada Tanean Lanjang Di Madura. Jurnal Dimensi Interior, Vol. 3, No. 2, Desember Hal 137 - 152.

Wismantara, P. P. (2009). Politik Ruang Gender Pada Permukiman Taneyan Lanjhang Sumenep. EGALITA, Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, Vol. IV, No 2, 2009, pp: 185 - 198. doi:Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang




DOI: https://doi.org/10.24167/tes.v15i1.1014

DOI (download PDF): https://doi.org/10.24167/tes.v15i1.1014.g727

ISSN cetak 1410-6094 | ISSN online 2460-6367 | TERAKREDITASI : 2/E/KPT/2015 View My Stats