STUDI FENOMENOLOGIS: MANTAN KORBAN PERKOSAAN YANG MENJADI WOUNDED HEALER

C.V.R. Abimanyu,


Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika makna
hidupseorang korban perkosaan hingga menjadi wounded healer. Subjek
dalam penelitian ini adalah seorang wanitayang pernah menjadi korban
perkosaan pada usia 12 tahun dan memperoleh terapi psikologis pada
usia 23 tahun, kemudian menjadi relawan untuk pendampingan anak
yang menjadi korban perkosaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Subjek melalui seangkaian proses panjang hingga pada suatu titik
menghayati bahwa ternyata luka mendalam subjek di masa lalu dapat
menjadi berguna bagi kehidupannya di masa kemudian untuk dapat
mendampingi anak yang menjadi korban perkosaan.Menjadi catatan
penting bahwa tahapan tersebut tidak mungkin dicapai tanpa
penerimaan dan dukungan dari orang-orang terdekatnya.

Save to Mendeley



Keywords

wounded healer, perkosaan.

Full Text:

PDF

References

Alsa, Asmadi, (2010), Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif serta kombinasinya dalam penelitian Psikologi. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

American Psychiatric Association, (1994), Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, EdisiKelima, Washington, DC: American Psychiatric Association

Barnes, H., & Warshaw, C., (2003), Domestic Violence, Mental Health & Trauma (Research Highlights). Diunduh pada 19-06-2014 pukul 10.33 WIB, https://www.MentalHealth Research.pdf

Conchar, C. & Repper, J. (2014), Mental Health and Social Inclusion. “walking wounded or wounded healer?” does personal experience of mental health problems help or hinder mental health practice? A review of the literature. UK: Emerald Group Publishing Limited, Vol 18 No.1. page 35-44.

Faturochman &Sulistyaningsih , (2002), Dampak Sosial Psikologis Perkosaan, Jogjakarta: Buletin psikologi tahun X no.1.

Frankl, V.E., (2003), Logoterapi: Terapi Psikologi Melalui Pemaknaan Eksistensi. Alih Bahasa: Hadi, Yogyakarta, Kreasi Wacana.

---------------- (2004), On The Theory and Therapy of Mental Disorders: An Introduction to Logoteraphy and Existential Analysis. New York: Brunner-Routledge.

-------------------------, Man’s Searching for Meaning. Alih Bahasa: Lala, Bandung: Nusa Cendikia.

Hadi, Sutrisno., (1980), Metodologi Research, Jogjakarta: yayasan Penerbitan fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Hayati, N.E., (2002), Panduan untuk Pendamping Perempuan Korban Kekerasan. Jogjakarta: Rifka Annisa Women’s Crisis Center.

Komnas Perempuan, (2014), Lembar Fakta Catatan Tahunan Komnas Perempuan tahun 2013, kegentingan kekerasan seksual: lemahnya upaya penanganan negara, Jakarta: Komnas Perempuan.

Moleong, L. J., (2008), Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Prasetyo, Fransiska Anggun., Waluyo, Lieke E.M., Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kepercayaan Diri Pada Saat Mencari Pekerjaan. Journal: Universitas Gunadarma.

Strauss, A., & Corbin J., Dasar- Dasar Penelitian Kualitatif, Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

Longhover, J., (2015), A-Z of Psychodynamic Practice, UK: Palgrave.

Zerubavel, Dkk., (2012), The Dilemma of the Wounded Healer. American Psychological Association: Psychoterapy vol. 49.


DOI: https://doi.org/10.24167/psiko.v15i2.993

Article Metrics

Abstract viewed : 177 times
PDF files downloaded : 63 times

Print ISSN : 1411-6073 | online ISSN : 2579-6321 View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.