TERAPI PEMAAFAN MELALUI PLAYBACK THEATER UNTUK MENGURANGI SAKIT HATI

Emmanuela Hadriami, Servasius Samuel

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk membuktikan apakah terapi pemaafan playback theatre dapat mengurangi sakit hati. Hipotesisnya adalah terapi pemaafan playback theatre dapat mengurangi sakit hati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni single-case design yakni ABA Design, dengan subjek penelitiannya adalah tiga orang dewasa yang sedang sakit hati atau tidak memaafkan pelaku. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yakni Enright Forgiveness Inventory (EFI) dan Transgression-Related Interpersonal Motivation Scale-12 (TRIM-12). Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menerangkan grafik hasil skala, sedangkan analisis kualitatif mendeskripsikan hasil observasi dan wawancara selama penelitian. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hipotesis diterima, dengan adanya dampak positif terapi yakni berkurangnya intensitas aspek-aspek sakit hati dalam diri subjek.

Save to Mendeley



Keywords


Pemaafan, playback theatre, sakit hati

Full Text:

PDF

References


Damasio, A., (2009), MEMAHAMI KERJA OTAK Mengendalikan Emosi dan Mencerdaskan Nalar. (Santoso, Y., terj). Yogyakarta: Penerbit BACA.

Ekman, P., (2010). MEMBACA EMOSI Mengenal Berbagai Ekspresi Wajah dan Perasaan untuk Meningkatkan Komunikasi dan Kehidupan Emosional. (Ed. Revisi). (Jamilla dan Utomo, T.W., terj). Yogyakarta: Penerbit BACA.

Enright, R. D., Freedman, S. dan Rique, J., (1998). The Psychology of Interpersonal Forgiveness. Dalam R.D. Enright dan Morth, J. (Eds.). Exploring Forgiveness. (h. 46-62), Madison (USA): The University of Wisconsin Press.

Griswold, C.L. (2007). Forgiveness: A Philosophical Exploration. New York: Cambridge University Press.

Kellermann, P.F. (Ed.). (2007). Sociodrama and Collective Trauma. London and Philadelphia: Jessica Kingsley Publishers.

Klosterman, L. (2008). The Healing Power of Improv Playback Theatre and Psychodrama. New York: The Hudson Valley Psychodrama Institute.

McCullough, M. E. Pargament, K. I. dan Thoresen, C. E., (2001). Forgiveness: Theory, Reseacrh, and Practice. New York: The Guilford Press.

Meninger, W.A., (1999). Menjadi Pribadi Utuh. (Suharyo, I., terj). Yogyakarta: Penerbit Kanisius. (Karya asli terbit 1996).

Murray, R. J. (2002). Forgiveness as a Therapeutic Option. Dalam The Family Journal: Counseling and Therapy for Couples and Families. (Vol. 10. No. 3). (hlm. 315-321). California: Sage Publications.

Stern, A. L., (2008). Palyback Theatre as Art Form From the Point of View of Arts Education. Dalam Centre for Playback Theatre. 30th April 2008. New York: Centre for Playback Theatre.

Pinel, John P.J., (2009). Biopsychology. (Ed. Ke-7) (Soetjipto, P.H., dan Soetjipto, S.M., terj.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ransley, C dan Spy, C., (2005). Forgiveness and the Healing Process: A Central Therapeutic Concern. New York: Brunner-Routledge.

Rogers, T., De Day We See Wind in Grenada. Community Dialogue & HealingThroughPlayback Theatre. Trinidad: University of the West Indies.

Worthington, Jr., E.L. (ed). (2005). Handbook of Forgiveness. New York: Routledge Taylor & Francis Group.

______. (ed). (1998). Dimensions of Forgiveness. New York: Routledge Taylor & FrancisGroup.

______. (1999). The Psychology of Unforgiveness and Forgiveness and Implications for Clinical Practice. Dalam Journal of Social and Clinical Psychology. (Vol. 81). (hlm. 385-418) Virginia: Virginia Commonwealth University.




Print ISSN : 1411-6073 | online ISSN : 2579-6321 View My Stats