PEMBENTUKAN IDENTITAS ORIENTASI SEKSUAL PADA REMAJA GAY

Ratri Endah Mastuti, Rachmad Djati Winarno, Lita Widyo Hastuti

Abstract


Pembentukan identitas mencapai titik kulminasi pada masa remaja akhir dan akan berlanjut terus sepanjang rentang hidup manusia. Remaja diharapkan sudah menemukan orientasi seksual atau arah ketertarikan seksualnya (heteroseksual atau homoseksual). Norma umum yang berlaku lebih menyukai jika seseorang menyukai orientasi seksual ke arah heteroseksual. Tidak dipungkiri ada remaja yang memilih orientasi seksualitas sebagai homoseksual yaitu lesbian dan gay. Menurut Vivienne Cass, terdapat enam tahapan dalam pembentukan identitas gay dan lesbian. Tidak semua gay dan lesbian dapat mencapai tahap keenam, tergantung di dalam masingmasing tahapan, pada seberapa nyaman seseorang dengan orientasi seksualnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran secara lengkap tentang tahap pembentukan identitas diri pada remaja gay.Subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah tiga remaja gay berusia 18 sampai 22 tahun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pembentukan identitas diri pada ketiga subjek telah mencapai tahap yang berbeda-beda. Subjek 1 telah mampu mencapai tahap akhir yaitu tahap sintesis, subjek 2 sampai pada tahap penerimaan, dan subjek 3 sampai pada tahap kebanggaan

Save to Mendeley

Keywords


Homoseksual, Remaja Gay, Pembentukan Identitas

Full Text:

PDF

References


Barus, G. 2003. Pencarian Identitas Diri pada Remaja. Jurnal. Penelitian Program Studi Bimbingan Konseling Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cass, V. 1979. Homosexual Identity Formation : A Theoretical Model. Journal of Homosexuality.Volume 4(3). Binghamton :The Haworth Press.

Diamond, G.M, Shilo, G, Jurgensen, E, DAugelli, A, Samarova, V, and White, K. 2011. How Depressed and Suicidal Sexual Minority Adolescents Understand the Causes of Their Distress. Journal of Gay & Lesbian Mental Health. London : Taylor & Francis Group, LLC.

Hurlock, E. 1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Penerjemah: Istiwidayanti. Jakarta :Erlangga.

Moleong, L.J. 2000.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Oetomo, D. 1991. Homoseksual di Indonesia. Staf Pengajar FISIP Universitas Airlangga.http://staff.ui.ac.id/internal/ 131882269/material/Dede-Oetomo.pdf.

Rahardjo, W. 2007. Sikap Akan Respon terhadap Identitas Sosial Negatifdan Pengungkapan Orientasi Seks Pada Gay. Jurnal Psikologi. Volume 1 No.1. Depok : Fakultas Psikolgi Universitas Gunadarma.

Ristianti, A. 2012. Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Identitas Diri Pada Remaja di SMA Pusaka 1 Jakarta. Skripsi. Jakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.

Sarwono, S. 1994. Psikologi Remaja. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Santrock, J.W. 2003. Perkembangan Remaja. Penerjemah : Shinto Adelar. Jakarta : Erlangga.

Supratiknya, 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Yogyakarta : Kanisius.

Taufik dan Anganthi, N.R. 2005. Seksualitas Remaja : Perbedaan Seksualitas antara Remaja yang Tidak Melakukan Hubungan Seksual dan Remaja yang Melakukan Hubungan Seksual. Jurnal. Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats