Hubungan Antara Gegar Budaya Dengan Penyesuaian Sosial Siswa Papua di Magelang

Inosensia Dini Pramudiana, Theresia Dewi Setyorini,



Abstract

Abstract: The efforts to improve the quality of education in Papua is done through education scholarship program, and one of them is by sending senior high school students in Papua to other regions for education. The movement of the students to other regions forces them to do social adjustments. In this situation, each individual often experiences shocks to the new cultures (culture shock). This research was conducted to empirically test the relationship of culture shock with social adjustment of Papuan students in Magelang. The hypothesis in this study is that there is a negative relationship between culture shock and the social adjustment of Papuan students who migrated to Magelang. The higher the culture shock is experienced, the lower the social adjustment ability is, and vice versa. The results of this study indicate that the proposed hypothesis is proved, that the culture shock is negatively correlated and very significant to social adjustment. The analysis between the culture shocks and social adjustments shows a strong relationship between the four aspects (stress reaction, cognitive fatigue, role shock, and personal shock) in culture shock with social adjustment. Among those four aspects, role shock aspect has the highest correlation coefficient. This shows that this aspect is the most closely related to the social adjustment of Papuan students in Magelang, and the least related is the stress reaction.
Keywords: culture shock, social adjustment, Papuan students

Abstrak: Papua merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia namun kualitas sumber daya di Papua masih rendah, tercatat Indeks Pembangunan Manusia di Papua tahun 2016 sebesar 57,25. Upaya untuk meningkatkan kulitas pendidikan di Papua dilakukan melalui program besiswa pendidikan, salah satunya dengan mengirim siswa SMA Papua keluar daerahnya untuk menempuh pendidikan. Pada masa ini siswa harus melakukan penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial adalah kemampuan individu untuk berinteraksi secara sehat terhadap situasi sosial yang ada, sehingga mencapai kehidupan sosil yang menyenangkan. Dalam situasi ini, individu dapat mengalami kekagetan terhdap budaya yang baru (gegar budaya). Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiric hubungan gegar budaya dengan penyesuaian sosial siswa Papua di Magelang. Hipotesis dari penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara gegar budaya dengan penyesuaian sosial. Semakin tinggi gegar budaya, semakin rendah penyesuaian sosial, dan sebaliknya. Subyek dari penelitian ini adalah siswa Papua kelas XII dan XII di Magelang. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi Product Moment dengan menggunakan program SPSS (Statistical Packages for Social Sciences) seri 23.0. Analisa data menunjukan nilai r = -0,548 dan p = 0,000 (p<0,005). Hal ini berarti hubungan yang terjadi antar dua variabel tidak searah. Semakin tinggi tingkat gegar budaya, semakin rendah tingkat penyesuaian sosial, dan sebaliknya.
Kata kunci: gegar budaya, penyesuaian sosial, siswa Papua

Save to Mendeley



Keywords

culture shock, social adjustment, Papuan students

Full Text:

PDF

References

Ahyani, L.A., Kumalasari, F. (2012). Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Penyesuaian Diri Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Psikologi Pitutur, 1(1), 23-24

Agustin, L. (2007). Hubungan antara Konsep Diri dan Penyesuaian Mahasiswa Papua yang Kuliah di Yogyakarta. Skripsi : Tidak Diterbitkan, 21-22.

Al-Hattami, A. A., & Al-Ahdal, A. A. (2014). Academic and Social Adjustment of Arab Fulbright Student in American Universities: A Case Study.International Journal of Humanities and Social Science. (4)/5 , 220.

Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bochner, S. (2003). Culture Shock Due to Contact with Unfamiliar Culture. Online Reading in Psychology and Culture , 1,4,7-9.

BPS Provinsi Papua. (2016). Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Provinsi Papua 2015. Berita Resmi Statistik Provinsi Papua Nomor 32/06/94/Th.1.

Devinta, M., Hidayah, N., & Hendrastomo. G. (2015). Fenomena Culture Shock (Gegar Budaya) pada Mahasiswa Perantau di Yogyakrta. Jurnal Pendidikan Sosiologi, 4.

Goldstein, S.B., Keller, S.R. (2015). U.S. College Students' Lay Theories of Culture Shock. International Journal of Intercultural Relations, (47)/189-190.

Niam, E.K. (2009). Koping terhadap Stres pada Mahasiswa Luar Jawa yang Mengalami Culture Shock di Universitas Muahamadiyah Surakarta. Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi. (11)/1, 72.

Novianti, D., Warsini, S., & Suriyanto, R. A. (2009). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Culture Shock pada Mahasiswa Baru Angkatan 2008 PSIK FK UGM. JIK (04)/03, 174.

Muslihah, S. (2011). Studi tentang Hubungan Dukungan Sosial, Penyesuaian Sosial di Lingkungan Sekolah dan Prestasi Akademik Siswa SMPIT Assyfa Boarding School Subang Jawa Barat. Jurnal Psikologi Undip. 10/02, 108.

Paharizal, I. D. (2016). FREEPORT: Fakta-fakta yang Disembunyikan. Yogyakarta: Narasi, 11,17.

Ryanti A. & Pujiriyani D.W. (2010). Kiat-Kiat Mengantisipasi Culture Shock. Yogyakarta: PSAP UGM, 11.

Sarwono, S. W. (2016). Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 18-19.

Seri Analisis Pembangunan Wilayah Profinsi Papua. Diambil 2 Agustus, 2017. http://simreg.bappenas.go.id

Sugiyono, (2014). Metode Penelitian kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta, 80,82,92-93.

Supriyadi & Artha I. N. M.W. (2013). Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Self Efficacy dalam Pemecahan Masalah Penyesuaian Diri Remaja Awal. Jurnal Psikologi Udayana. 1/1, 191.

Susilowati, E. (2013). Kematangan Emosi dengan Penyesuaian Sosial Pada Siswa Akselerasi Tingkat SMP.Jurnal Online Psikologi, 105-106.

Xia, J. (2009). Analysis of Impact of Culture Shock on Individual Psychology. International Journal of Psychological Studies. 1/ 2, 101.

Yuwono, S., Uyun Z., & Setianingsih E. (2006). Hubungan antara Penyesuaian Sosial dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah dengan Kecenderungan Perilaku Delinkuen pada Remaja. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro. 3/1, 31.


DOI: https://doi.org/10.24167/praxis.v1i2.1631

Article Metrics

Abstract viewed : 50 times
PDF files downloaded : 19 times