Fungsi dan Peran Karya Sastra dari Masa ke Masa

Yosep Bambang Margono Slamet,


Abstract

Paper ini membicarakan tentang fungsi dan peran karya sastra dalam masyarakat Indonesia dari masa ke masa. Fungsi dan peran sastra terkait erat dengan kondisi masyarakat dan pemerintahan. Dalam masyarakat Indonesia kontemporer saat ini, fungsi dan peran sastra semakin penting karena sastra bisa menjadi alat pemersatu bangsa. Melalui sastra setiap masyarakat dengan latar belakang etnis dan budaya berbeda bisa belajar memahami kelompok masyarakat lain untuk menumbuhkan empati, simpati, dan rasa menghargai.

Save to Mendeley



Full Text:

PDF

References

Artika, I.W. (2016). Lima cerpen propaganda LEKRA (1950-1965). Aksara, 28(2), 129-142.

Banks, J.A. (2001). Multicultural education: Characteristics and goals. Dalam J. Banks & C. Banks (Ed.), Multicultural education: issues and perspectives (3-30). New York: Wiley &Sons.

Cai, M. (2002). Multicultural literature for children and young adults: Reflections on critical issues. Westport, Conn: Greenwood Press.

Dubey, A. (2013). Literature and society. IOSR Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS), 9(6), 84-85.

Duhan, R. (2015). The relationship between literature and society. Language in India, 15(4), 192-202.

Florida, N.K. (2003). Menyurat yang silam menggurat yang menjelang. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Hasibuan, S.R. (2005). Peran sastra dan bahasa dalam pembangunan bangsa: Wacana dan transformasi budaya. Jakarta: Proceeding Seminar Nasional PESAT 2005, Universitas Gunadarma, S1-S8.

Manuaba, I.B.P. (2014).Eksotisme sastra: Eksistensi dan fungsi sastra dalam pebangunan karakter dan perubahan sosial. Universitas Airlangga Surabaya: Pidato

pengukuhan jabatan Guru Besar

dalam Bidang Ilmu Sosiologi Sastra pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.

Margono, Y.B. (2003). A world out of balance: Javanese society in Turiyo Ragilputra’s Poems. Ohio University: Tugas Akhir, tidak dipublikasikan.

Margono, Y.B. (2017). Bantulah Indonesia Dengan Membaca. Yogyakarta: Harfeey.

Oksinata, H. (2010). Kritik sosial dalam kumpulan puisi Aku Ingin Jadi Peluru karya Wiji Thukul: Kajian Resepsi Sastra. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret, Skripsi S1.

Phillips, H.P. (1987). Modern Thai Literature: With an Ethnographic Interpretation. Honolulu: University of Hawaii Press.

Ratna, N.K. (2011). Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rismawati. (2017). Perkembangan sejarah sastra Indonesia. Darussalam: Bina Karya Akademika.

Saleh, A.R., dkk. (2007).Pemetaan Minat Baca Masyarakat: di tiga propinsi (Sulawesi Selatan, Riau, dan

Kalimatan Selatan). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Salili & Hoosain. (2001). Multicultural education: History, issues, and practices. Dalam F. Salili & R. Hoosain (Ed.), Multicultural education: Issues, policies, and practices (1-13). Greenwich, Conn: Information Age Pub.

Sinaga, A. (2012). Peran sastra etnis Batak dalam mengembangkan pendidikan karakter.Pena, 2(3), 15-30.

Sujito (2014). Perlawanan simbolik terhadap Orde Baru dalam novel Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis (Kajian Hegemoni). Edu-Kata, 1(2), 179-190.

Sulton, A. (2015). Sastra “bacaan liar” harapan menuju kemerdekaan.Bahasa & Sastra, 15(2), 213-229.

Suryadi AG, L. (2009). Pengakuan Pariyem. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Teeuw, A. (1967). Modern Indonesian Literature. Leiden: Martinus Nijhoff.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Thukul, W. (2004). Aku ingin jadi peluru. Magelang: Indonesia Tera.

Wellek, R. dan Warren, A. (1970). Theory of Literature.Orlando, FL: Harcourt Brace & Company.


DOI: https://doi.org/10.24167/praxis.v1i1.1609

Article Metrics

Abstract viewed : 58 times
PDF files downloaded : 2 times